TUGAS UAS KURIKULUM PEMBELAJARAN

Jawaban No 1 (A)

KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

A.   Pengertian belajar dan Pembelajaran

1.    Pengertian Belajar

Menurut Skinner ( 1985 ) memberikan definisi belajar adalah “Learning is a process of progressive behavior adaption”. Yaitu bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif.

Menurut Mc. Beach ( Lih Bugelski 1956 ) memberikan definisi mengenai belajar. “Learning is a change performance as a result of practice”. Ini berarti bahwa – bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan ( practice ).

Menurut Morgan, dkk ( 1984 ) memberikan definisi mengenai belajar “Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience.” Yaitu bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan ( practice )atau karena pengalaman ( experience ).

Dalam bukunya Walker “Conditioning and instrumental learning” ( 1967 ). Belajaradalah perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman. Perubahan orang dapat memperoleh, baik kebiasaan – kebiasaan yang buruk maupun kebiasaan yang baik.

C.T. Morgan dalam introduction to psychology ( 1961 ). Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat / hasil dari pengalaman yang lalu.

Sementara itu, Darsono (2000: 14) mengemukakan bahwa belajar diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada individu berkat adanya interaksi antara individu dengan yang lain, di antara individu dengan lingkungannya. Faktor lingkungan sangat mempengaruhi dalam proses belajar. Perubahan tingkah laku seseorang terjadi akibat interaksi dengan orang lain. Proses belajar pada anak sangat dipengaruhi dari pihak keluarga, pergaulan sekolah, dan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Menurut Sujana (1988: 21) belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan” (Ibrahim dan Syaodih, 1996 :3).

Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.

2.    Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu proses yang mengandung serentetan perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pembelajaran terdapat sejumlah tujuan yang hendak dicapai. Pembelajaran dalam hal ini merupakan suatu kumpulan yang terdiri dari komponen-komponen pembelajaran yang saling berinteraksi, berintegrasi satu sama lainnya. Oleh karenanya jika salah satu komponen tidak dapat terinteraksi, maka proses dalam pembelajaran akan menghadapi banyak kendala yang mengaburkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (Wikipedia.com)

Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikanguru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.

Instruction atau pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.Gagne dan Briggs (1979:3)

Istilah “pembelajaran” sama dengan “instruction atau “pengajaran”. Pengajaranmempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan. (Purwadinata, 1967, hal 22). Dengan demikian pengajaran diartikan sama dengan perbuatan belajar (oleh siswa) dan Mengajar (oleh guru). Kegiatan belajar mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer, sedangkan mengajar adalah kegiatan sekunder yang dimaksudkan agar terjadi kegiatan secara optimal.

Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen :

a.    Siswa

Seorang yang bertindak sebagai pencari, penerima, dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

b.    Guru         

Seseorang yang bertindak sebagai pengelola, katalisator, dan peran lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.

c.    Tujuan

Pernyataan tentang perubahan perilaku (kognitif, psikomotorik, afektif) yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

d.    Isi Pelajaran

Segala informasi berupa fakta, prinsip, dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

e.    Metode

Cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat informasi yang dibutuhkan mereka untuk mencapai tujuan.

f.     Media

Bahan pengajaran dengan atau tanpa peralatan yang digunakan untuk menyajikan informasi kepada siswa.

g.    Evaluasi

Cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya.

B.   Tujuan Belajar dan Pembelajaran

1.    Tujuan Belajar

Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan,keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan tercapai oleh siswa. tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar Komponen tujuan belajar

Tujuan belajar terdiri dari tiga komponen yaitu: Tingkah laku terminal, kondisi-kondisi tes, standar perilaku.

Tingkah laku terminal adalah komponen tujuan belajar yang menentukan tingkah laku siswa setelah belajar. tingkah laku itu merupakan bagian tujuan yang menunjuk pada hasil yang diharapkan dalam belajar.kondisi-kondisi tes, komponen ini menentukan situasi dimana siswa dituntut untuk mempertunjukkan tingkah laku terminal. kondisi-kondisi tersebut perlu disiapkan oleh guru, karena sering terjadi ulangan/ ujian yang diberikan oleh guru tidak sesuai dengan materi pelajaran yang telah diberikan sebelumnya.

Ada tiga kondisi yang dapat mempengaruhi perilaku saat tes. pertama, alat dan sumber yang harus digunakan oleh siswa dalam upaya mempersiapkan diri untuk menempuh suatu tes, misalnya buku sumber. kedua, tantangan yanng disediakan terhadap siswa, misalnya pembatasan waktu untuk mengerjakan tes. ketiga, cara menyajikan informasi, misalnya dengan tulisan atau dengan rekaman dll. tujuan-tujuan belajar yang lengkap seharusnya memuat kondisi-kondisi di mana perilaku akan diuji.

Ukuran-ukuran perilaku,komponen ini merupakan suatu pernyataan tentang ukuran yang digunakan untuk membuat pertimbangan mengenai perilaku siswa. suatu ukuran menentukan tingkat minimal perilaku yang dapat diterima sebagai bukti, bahwa siswa telah mencapai tujuan, misalnya: siswa telah dapat memecah suatu masalah dalam waktu 10 menit. Ukuran-ukuran perilaku tersebut dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang harus dikerjakan sebagai lambang tertentu, atau ketepatan tingkah laku, atau jumlah kesalahan, atau kedapatan melakukan tindakan, atau kesesuainya dengan teori tertentu.

2.    Tujuan Pembelajaran

Yang menjadi kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa,mata ajaran, dan guru itu sendiri. berdasarkan kebutuhan siswa dapat ditetapkan apa yan hendak dicapai dan dikembangkan dan diapresiasikan. berdasarkan mata ajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. guru sendiri adalah sumber utama tujuan bagi para siswa dan dia harus mampu menulis dan memilih tujuan pendidikan yang bermakna dan dapat diukur.

Suatu tujuan pembelajaran seyogyanya memenuhi kriteria sebagai berikut:

a.    tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar, misalnya: dalam situasi bermain peran.

b.    Tujuan mendefinisikan tingkah laku siswa dalam bentuk dapat diukur dan dapat diamati.

c.    Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang dikehendaki, misalnya pada peta pulau jawa, siswa dapat mewarnai dan memberi label pada sekurang-kurangnya tiga gunung utama

C.   Ciri-ciri belajar

Adapun ciri-ciri belajar adalah sbb:

a.    Adanya kemampuan baru atau adanya perubahan tingkah laku bersipat pengetahuan (kognitif) keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (apektif)

b.     Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan mantap atau dapat disimpan.

c.    Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan

d.    Perubahan tidak semata-mata oleh pertumbuhan pisik/dewasa, tidak karena kelelahan, penyakit ataupun pengaruh obat-obatan

D.   Hakekat Teori-teori belajar dan pembelajaran

Pembelajaran yaitu suatu kegiatan yang dilakukan agar proses belajar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Faktor yang mempengaruhi pembelajaran, yaitu :

1.    Intern yaitu yang berasal dari dalam diri guru itu sendiri sebagai penyaji materi ajar.

Diantaranya adalah : Persiapan mental, kesesuaian tugas dan tanggung jawab, penguasaan bahan pembelajaran, kondisi fisik dan psikis, motivasi kerja

2.    Ekstern yaitu yang berasal dari luar luar diri guru

Diantaranya, keluarga, lingkungan pergaulan, masyarakat

E.    Fungsi / Peran Teori

1.    Menurut Gage & Berliner (2005: 6-8) psikologi belajar memiliki beberapa fungsi, yaitu untuk: menjelaskan, memprediksikan, mengontrol fenomena (dalam kegiatan belajar mengajar), dan dalam pengertiannya sebagai ilmu terapan juga memiliki fungsi merekomendasikan.

2.    Teori belajar berfungsi memberikan pemahaman mengenai sifat dan keterkaitan berbagai aspek dalam belajar dan pembelajaran. Dalam hal ini teori belajar mengkaji konsep mengenai aspek perilaku manusia yang terlibat dalam belajar dan pembelajaran, serta lingkungan yang terkait. Sebagaimana dijelaskan bahwa perilaku murid terkait dengan konsep-konsep tentang pengamatan dan aktifitas psikis (intelegensi, berfikir,motivasi), gaya belajar, individual defferencies, dan pola perkembangan individu. Sedangkan perilaku guru terkait dengan pengelolaan pembelajaran kelas, metode, pendekatan, dan model mengajar. Lebih lanjut, aspek lingkungan yang terkait dan berperan dalam aktifitas belajar-pembelajaran yakni lingkungan sosial dan instrumental.

3.    Di samping fungsi pemahaman, teori belajar berfungsi memberikan prediksi-prediksi berkenaan saling terlibatnya aspek-aspek dalam belajar-pembelajaran. Terjadinya perubahan dalam satu aspek akan berpengaruh pada aspek lainnya. Misalnya, tingkat intelegensi dan motivasi individu dapat dipergunakan untuk memprediksikan prestasi belajar yang akan dicapai. Selanjutnya, keadaan fisik dan kondisi psikologis anak dapat memprediksikan kemungkinan kesulitan yang akan ditemui dalam proses belajarnya. Dengan demikian, guru dapat melakukan upaya-upaya pemberian bantuannya.

4.    Fungsi pengendalian atau mengontrol terkait dengan manipulasi yang mungkin dibuat. Tentu kita memahami bahwa pengetahuan anak tentang lingkungan tempat tinggal diperoleh dari mata pelajaran Pengetahuan Sosial (PS). Bilamana ada di antara topik-topik tertentu tidak diajarkan, maka mereka tidak memiliki pengetahuan tentang topik-topik itu. Guru dapat merekayasa sekelompok anak yang diberi perlakuan tertentu (pembelajaran PS), sedangkan sekelompok yang lain tidak, sehingga dapat diketahui perbedaan hasilnya. Dengan demikian, pengetahuan murid mengenai pengetahuan sosial dikontrol dengan pembelajaran PS.

5.    Fungsi teori belajar rekomendatif. Sebagai ilmu terapan, teori belajar tidak hanya memberikan wawasan konseptual terkait dengan fenomena belajar-pembelajaran, tetapi menyediakan sejumlah rekomendasi untuk praktik pembelajaran. Meskipun rekomendasi tersebut berupa rambu-rambu umum, tidak secara akurat berkonsekuensi dengan masalah yang dihadapi guru. Rekomendasi tidak secara langsung ditujukan pada kasus per kasus masalah pembelajaran, tetapi saran dan pertimbangan rekomendatif yang diajukan diharapkan tetap dapat dijadikan pedoman bagi guru untuk mengambil keputusan instruksionalnya.

Jawaban No 1 (B)

Definisi Kurikulum

Kurikulum sendiri berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu curriculum.Curriulummemiliki arti rencana pembelajaran.

Kata curriculum itu sendiri berasal dari bahasa latin yakni dari kata currere. Kata currere dapat diartikan dengan banyak artian seperti maju dengan cepat, berlari cepat, menjalani dan berusaha.

Secara umum, definisi kurikulum merupakan suatu sistem pengaturan dan rencana tentang bahan pembelajaran yang nantinya akan dijadikan pedoman dalam aktivitas belajar mengajar.

Fungsi Kurikulum

Kurikulum merupakan alat yang digunakan dalam pendidikan tentu memiliki berbagai macam fungsi dalam pendidikan. Fungsi dari kurikulum tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Fungsi Penyesuaian, adalah kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya, karena lingkungan itu bersifat dinamis atau berubah-ubah setiap saat.
  2. Fungsi Integrasi, berarti bahwa kurikulum adalah alat pendidikan yang dapat menciptakan individu-individu yang utuh, yang nantinya dapat diberguna dan dapat berintegrasi di lingkungan
  3. Fungsi Diferensiasi, memiliki arti bahwa kurikulum adalah suatu alat yang dapat memberikan pelayanan yang mampu menghargai dan melayani berbagai macam perbedaan setiap siswa.
  4. Fungsi Persiapan, berarti bahwa kurikulum dapat berfungsi sebagai pendidikan yang mampu mempersiapkan siswa ke jenjang yang selanjutnya serta mampu untuk mempersiapkan dirinya agar dapat hidup di lingkungan masyarakat, ketika ia tidak melanjutkan pendidikannya.
  5. Fungsi Pemilihan, Kurikulum berfungsi untuk untuk menentukan program pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.
  6. Fungsi Diagnostik, berarti bahwa kurikulum merupakan suatu alat pendidikan yang mampu memahami potensi dan kelemahan yang ada dalam diri setiap siswa. Ketika telah mampu memahami potensi serta kelemahannya, maka diharapkan nantinya siswa tersebut dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mau memperbaiki kelemahannya tersebut.

Komponen-Komponen Kurikulum

Kurikulum memiliki empat unsur komponen pembentuk atau penyusun kurikulum sebagai berikut.

1) Komponen Tujuan

Kurikulum merupakan suatu sistem pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan karna berhasil atau tidaknya sistem pembelajaran diukur dari banyaknya tujuan-tujuan yang tercapai. Tujuan pendidikan menurut permendiknas No. 22 Tahun 2007 pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut.

  • Tujuan pendidikan dasar adalah untuk meletakkan dasar pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta mengikuti untuk pendidikan selanjutnya.
  • Tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan pada tahap selanjutnya.
  • Tujuan pendidikan menengah kejurusan yaiut untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan yang selanjutnya sesuai jurusannnya masing-masing.
  • Tujuan pendidikan institusional yaitu tujuan pendidikan yang dikembangkan di kurikuler dalam setiap mata pelajaran disekolah.

2) Komponen Isi (Bahan pengajaran)

Kurikulum dalam komponen isi adalah suatu yang diberikan kepada anak didik untuk bahan belajar mengajar guna mencapai tujuan. Kurikulum memiliki kriteria yang membantu perencanaan pada kurikulum. Kriteria kurikulum adalah sebagai berikut.

  • Sesuai dan bermakna bagi perkembangan siswa.
  • Mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji.
  • Mencerminkan kenyataan sosial.
  • Menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

3) Komponen Strategi

Kurikulum sebagai komponen strategi tentunya merujuk pada metode dan pendekatan serta peralatan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Strategi dalam pembelajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam pembelajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan baik umum maupun yang sifatnya khusus. Strategi pelaksanaan adalah bimbingan, pengajaran, penilaian, dan penyeluhan kegiatan sekolah. Tercapainya tujuan, ini diperlukan pelaksanaan yang baik dalam menghantarkan peserta didik ke tujuan tersebut yang merupakan tolak ukur dari program pembelajaran (kurikulum).

4) Komponen Evaluasi

Komponen evaluasi yakni memeriksa suatu kurikulum apakah tujuan kurikulum tersebut telah tercapai dengan baik dalam proses maupun dalam hasil belajar peserta didik yang mempunyai peranan penting dalam menentukan keputusan dari hasil evaluasi untuk dapat digunakan dalam pengembangan model kurikulum sehingga nantinya mampu mengetahui tingkat keberhasilan suatu siswa dalam mencapai tujuannya.

Jawaban No 1 (C)

“PENTINGNYA KURIKULUM TERHADAP PROSES PENDIDIKAN”

Didalam buku PANDUAN MANAJEMEN MUTU KURIKULUM PENDIDIKAN yang ditulis oleh Moh. Yamin, pada bab 1 dijelaskan bahwa, Proses Pendidikan dalam kegiatan pembelajaran atau dalam kelas, akan bisa berjalan dengan lancar, kondusif, interaktif, dan lain sebagainya apabila pendidikan bisa dijalankan dengan baik ketika kurikulum menjadi penyangga utama dalam proses belajar mengajar. Kurikulum mengandung sekian banyak unsur konstruktif supaya pembelajaran berjalan dengan optimal. Sejumlah pakar kurikulum berpendapat bahwa jantung pendidikan berada pada kurikulum. Baik dan buruknya hasil pendidikan ditentukan oleh kurikulum, apakah mampu membangun kesadaran kritis terhadap peserta didik ataukah tidak.

Adanya peserta didik yang memiliki pandangan yang luar biasa dan berpikir ke depan disebabkan oleh kurikulum yang bisa membuka mindset peserta didik yang progresif. Banyaknya peserta didik yang tidak memahami realitas sosial disebabkan oleh kurikulum yang menggiring peserta didik kepada pembelajaran tekstual, bukan pada pendidikan konstektual. Dengan demikian, kurikulum memegang peran penting bagi keberhasilan sebuah pendidikan bagi peserta didik.

Prof. Dr. S. Nasution. M.A. mengatakan bahwa masa depan bangsa terletak pada tangan kreatif generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dinikmati anak-anak saat ini, terutama dalam pendidikan formal yang diterima dibangku sekolah. Apapun yang akan dicapai di sekolah harus ditentukan oleh kurikulum sekolah. Jadi, barang siapa yang menguasai kurikulum maka ia memegang peran penting dalam mengatur nasib bangsa dan Negara ke depannya.

A Ferry T. Indratno mengatakan bahwa kurikulum adalah program dan isi dari suatu system pendidikan yang berupaya melaksanakan proses akumulasi pengetahuan antar generasi dalam masyarakat. Bila ditarik benang merah maka kurikulum dapat dipahami sebagai alat sentral baggi keberhasilan pendidikan.

Jawaban no 2

1.     Tujuan Pendidikan Nasional, Membentuk manusia pembangunan sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan sesama manusia dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945.

2.  Tujuan Institusional, Tujuan yang hendak dicapai oleh setiap jenjang pendidikan, misalnya tujuan institusional SD, SMP, SMA, dan seterusnya.Semua tujuan berorientasi pada pencapaian tujuan nasional, dan agar setiap tujuan tidak menyimpang maka perlu didahului dengan pengertian pendidikan, dasar pendidikan, dan tujuan pendidikan nasional.

3.  Tujuan Kurikuler, Tujuan yang hendak dicapai oleh mata pelajaran tertentu. Berupa pengalaman-pengalaman belajar siswa sesuai mata pelajaran yang diikuti dan harus sesuai dengan tujuan institusional dan tujuan nasional. Misal tujuan pelajaran olahraga dan kesehatan, untuk menjadikan siswa sehat jasmani dan rohani.

4.     Tujuan Instruksional, Tujuan yang hendak dicapai pada saat pelajaran berlangsung. Tujuan ini dibedakan atas tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus.Tujuan instruksional umum (TIU) sudah dirumuskan dan merupakan acuan dalam perumusan tujuan instruksional khusus.Tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan penanda terjadinya perubahan tingkah laku pada anak setelah mengikuti pelajaran tertentu.

Jawaban no 3

Kurikulum pendidikan geografi menurut saya sangat penting karena geografi ini merupakan halyang mendasar yang harus diketahui masyarakatnya dalam sebuah negara,seperti luas wilayah,letak astronomis negara yang selayaknya di ketahui geografi juga mendalami pembelajaran tentang fenomena fenomena geosfer,seperti litosphere, atmosphere,hydrosphere,biosphere dan antrosphere itu dipelajari secara detail di dalam ilmu geografi juga mempelajari tentang kehidupan,bencana,dan segala yang bersangkutan di pelajari dalam ilmu pendidikan geografi maka dari itu sangat penting untukkita pelajari.

Jawaban no 4 (A)

Taksonomi Bloom adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi yang dibuat berdasarkan data penelitian ilmiah mengenai berbagai hal yang dikelompokkan dalam sistematika.

Secara etimologis, kata “taksonomi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “tassein” yang artinya mengklasifikasikan, dan “nomos” yang artinya aturan. Sehingga arti taksonomi dapat didefinisikan sebagai hierarkhi klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan.

Taksonomi Bloom dibuat oleh seorang psikolog bernama Benjamin Samuel Bloom pada tahun 1956 untuk tujuan pendidikan. Bloom mengklasifikasikan tujuan pendidikan ke dalam tiga ranah (domain), yaitu; ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor, dimana setiap ranah dibagi lagi lebih rinci menjadi beberapa bagian.

Menurut Bloom, tujuan pendidikan dapat dibagi ke dalam 3 ranah, yaitu:

  • Ranah Kognitif (Cognitive Domain), berisi berbagai perilaku yang menekankan aspek intelektual. Misalnya; pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
  • Ranah Afektif (Affective Domain), berisi berbagai perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi. Misalnya; sikap, minat, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
  • Ranah Psikomotorik (Psychomotoric Domain), berisi berbagai perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik. Misalnya; berenang, tulisan tangan, mengetik, dan mengoperasikan mesin.

Jawaban no 4 (B)

Menurut saya guru ideal adalah guru yang memiliki aspek aspek sebagai berikut:

  • menjalin komunikasi dengan baik. guru harus dapat menjalin komunikasi dengan baik, baik itu kepada siswa, wali siswa, maupun dengan masyarakat sekitar
  • Guru mengetahui perkembangan siswa. guru ideal haruslah selalu memantau anak didiknya agar dapat menjadi mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa dengan baik sesuai kebutuhan.
  • guru haruslah mengetahui semua kebutuhan pesdik sesuai dengan tingkat perkembangannya.
  • guru mampu bersahabat dengan siswa dan sekaligus menjadi partner belajar bagi siswa. agar guru mampu mengetahui kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam materi pembelajaran.
  • selalu wibawa dan bijaksana. untuk mengantisipasi siswa yang berbuat tidak sopan akibat kedekatan dengan gurunya, maka guru senantiasa memberikan hal-hal positif kepada siswa agar tidak mealakukannya dan bersikap tegas serta bijaksana kepada semua siswa.
  • guru yang tidak pilih kasih. Anak anak itu adalah unik. masing-masing memiliki karakternya. sehingga perlu bagi guru untuk mengetahui semua karakter anak didiknya, sehingga guru dapat menbagi perhatiannya kepada semua siswa.
  • Guru ideal adalah guru yang selalu diharapkan kehadirannya kepada semua murid.
  • guru ideal itu adalah guru yang harus diterapkan sejak dini yaitu GURU SD. selain guru SD guru SMP dan SMA pun harus memiliki sifat sifat guru ideal.

tujuan Pendidikan dan Pengajaran Geografi yang ideal

a.    melatih wawasan dalam ruang.

       Siswa dilatih untuk berorientasi dalam ruang yang ditempatinya serta memproyeksikan dirinya, dalam unsure ruang seperti jarak, luas dan bangun. Sehingga siswa memiliki konsep tentang yang terjadi pada lingkungan sekelilingnya maupun dalam skala yang lebih luas, hubungan dengan konteks nasional maupun internasional.

     b. melatih Persepsi relasi antar gejala

Siswa dilatih untuk memiliki kemampuan mengamati dan memahami relasi antar gejala dalam ruang.dalam hal ini pengalaman belajardiluar atau lapangan  untuk lebih memahami fenomena alam berupa, iklim, relief,  tanah,vegetasi dan sebagainya.

Pengalaman belajar outdoor ini juga dapat membangkitkan minat siswa dalam mengamati dan memahami, masyarakat ditinjau dari sudut, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi dan sebagainya.

Apabila guru berhasil menunujukkan “link” antara gejala fisis dan social serta siswa dapat menarik “benang merahnya” dalam persepsi geografi. Maka geografi akan menjadi pelajaran yang menarik buat siswa manapun.

      c.      memberikan pandangan Pendidikan Keindahan

Asumsi bahwa manusia yang bisa menikmati keindahan berarti memiliki perasaan yang halus. Perasaan yang halus dapat mencerminkan budi pekerti yang tinggi,

Siswa dilatih untuk menghayati alam secara wajar, misalnya melihat pemandangan dataran tinggi yang memukau, melihat pemandangan pantai yang dramatis, atau melihat hamparan sawah yang menghijau, semua itu akan membangkitkan rasa keindahan pada diri siswa.

      d.     menumbuhkan Kecintaan tanah air

Siswa dilatih untuk menyadari potensi  kekayaan alam serta kemiskinan di lingkungannya sendiri, siswa juga dilatih untuk memiliki wawasan yang luas memaknai kekayaan alam dan kemiskinan alam negara lain, sehingga terbentuk “sense of belonging” yang tinggi terhadap negaranya. Hal seperti ini dapat dilakukan dengan peengalaman belajar indoor maupun outdoor (misal; karyawisata), sehingga makin lama akan terbenrtuk rasa cinta tanah air yang tinggi pada diri siswa.

      e.     melatih pengertian Internasional

Siswa dilatih untuk memiliki sikap, simpati, empati, toleransi dan kerja sama.

Melalui pengetahuan dan pengajaran yang diberikan tentang wilayah/Negara lain, maka siswa memahami bahwa terdapat keanekaragaman potensi alam, tabiat, etos kerja, norm adan etika yang membedakannya dengan yang dimiliki dan diyakini oleh siswa yang bersangkutan.

Adanya perbedaan (differences) maupun kesamaan (likenesses), menjadikan siswa mampu beradaptasi pada situasi-situasi tersebut, sehingga dalam skala besar, akan tercipta saling bpengertian internasional.

DAFTAR PUSTAKA

http://rinayantiyudhia.blogspot.com/p/pendidikan-geografi-dan-taksonomi-bloom.html?m=1

http://biologi-lestari.blogspot.com/2013/03/konsep-belajar-dan-pembelajaran.html

https://www.ayoksinau.com/definisi-kurikulum-fungsi-dan-komponen-komponen-kurikulum-ayoksinau-com/

https://www.kompasiana.com/achmadkamil/55301fbd6ea834692f8b4591/pentingnya-kurikulum-terhadap-proses-pendidikan

https://azmi648.blogspot.com/2013/03/hierarki-tujuan-pendidikan.html

UJIAN TENGAH SEMESTER

  1. Uraikan Apa Yang Anda Ketahui Tentang :
    A.) Kurikulum Harus Diganti Atas Dasar Faktor-Faktor Apa ?
    B.) Belajar dan Pembelajaran
    JAWABAN :
    A.) 1. Adanya perkembangan dan perubahan bangsa yang satu dengan yang lain.
    Perubahan perhatian dan perluasan bentuk pembelajaran harus mendapat perhatian. Perubahan praktek pendidikan di suatu Negara harus mendapan perhatian serius, agar pendidikan di Negara kita tidak ketinggalan zaman. Tetapi tentu perubahan kurikulum harus disesuaikan denga kondisi setempat, kurikulum Negara lain tidak sepenuhnya diadopsi karena adanya perbedaan-perbedaan baik ideologi, agama, ekonomi, sosial, maupun budaya.
  2. Berkembangnya industri dan produksi atau teknologi.
    Pesatnya perubahan di bidang teknologi harus disikapi dengan cepat, karena kalau tidak demikian maka output dari lembaga pendidikan akan menjadi makhluk terasing yang akanhidup di dunianya. Kurikulum harus mampu menciptakan manusia-manusia yang siap pakai di segala bidang yang diminatinya, bahkan mampu menciptakan dunia sendiri yang baru bukan hanya mampu mengikuti dunia itu.
  3. Orientasi politik dan praktek kenegaraan.
    Praktek politik kenegaraan memegang peranan penting dalam perubahan kurikulum. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan termasuk kurikulum itu tidak dapat terlepas dari perpolitikan suatu bangsa. Oleh karena itulah orientasi politik Negara harus diarahkan pada pemantapan demokrasi yang sejati, sehingga sistem pendidikan akan berjalan dengan baik tanpa dibayangi ketakutan terhadap kekuasaan atau penguasa.
  4. Pandangan intelektual yang berubah.
    Selama ini pendidikan di Indonesia lebih diarahkan pada pencapaian materi sebanyak-banyaknya daripada mencapai suatu kemampuan tau kompetensi tertentu. Sehingga outputnya kurang berkualitas di bandingkan dengan Negara lain. Untuk meningkatkan kualitas itulah maka pemerintah mengupayakan dilaksanakannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang dirintis seja tanggal 26 Juni 2002, kemudian pada tahun 2006 diberlakukan kurikulum baru yaitu KTSP dan sekarang mulai dirintis kurikulum terbaru yaitu Kurikulum 2013 dengan basis yang sanma dengan perubahan dan penekanan pada aspek tertentu.
  5. Pemikiran baru mengenai proses belajar-mengajar.
    Banyak sekali pemikiran, konsep atau teori baru dalam proses pembelajaran, walaupun pemikiran itu kadang hanyalah perubahan pada titik tekannya saja. Misalnya mengenai active learningatau (CBSA),contextual learning, quntum teaching-learning dan lain-lain, untuk dapat mengaktifkan seorang individu siswa dan mengaktifkan kelompok.
  6. Perubahan dalam masyarakat.
    Masyarakat adalah suatu komunitas yang dinamis dan akan selalu berubah, baik perubahan kearah positif maupun negatif perubahan positif antara lainadalah kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan anak, terutama lagi kalangan menengah ke atas, dengan menyediakan fasilitas yang memadai seperti alat komunikasi, transportasi, komputer dan internet. Perubahan kearah negatif sesungguhnya lebih banyak terjadi akibat efek tidak baik karena kemudahan-kemudahan yang dialami oleh manusia modern, seperti mudahnya berkomunikasi antar individu yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan.
  7. Eksploitasi ilmu pengetahuan.
    Dengan pesatnya kemajuan di berbagai bidang kehidupan, tentu ilmu pengetahuan mendapat porsi dalam kehidupan manusia. Banyak sekali disiplin ilmu pengetahuan baru yang pada dekade sebelumnya belum dikenal. Oleh karena itu kurikulum paling tidak harus disesuaikan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, agar anak memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan di masa depan.

Perbaikan kurikulum biasanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum. Sedangkan perubahan kurikulum mengenai perubahan-perubahan dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu.sebelum merubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kirikulum yang sedang di jalankan.
B.) Pengertian Belajar
Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan.

Belajar adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.

2. Uraikan Definisi,Fungsi dan Komponen Kurikulum !
JAWABAN :
Kurikulum sendiri berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu curriculum.Curriulum memiliki arti rencana pembelajaran.

Kata curriculum itu sendiri berasal dari bahasa latin yakni dari kata currere. Kata currere dapat diartikan dengan banyak artian seperti maju dengan cepat, berlari cepat, menjalani dan berusaha.

Secara umum, definisi kurikulum merupakan suatu sistem pengaturan dan rencana tentang bahan pembelajaran yang nantinya akan dijadikan pedoman dalam aktivitas belajar mengajar.

Fungsi Kurikulum
Kurikulum merupakan alat yang digunakan dalam pendidikan tentu memiliki berbagai macam fungsi dalam pendidikan. Fungsi dari kurikulum tersebut adalah sebagai berikut.

Fungsi Penyesuaian, adalah kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya, karena lingkungan itu bersifat dinamis atau berubah-ubah setiap saat.
Fungsi Integrasi, berarti bahwa kurikulum adalah alat pendidikan yang dapat menciptakan individu-individu yang utuh, yang nantinya dapat diberguna dan dapat berintegrasi di lingkungan
Fungsi Diferensiasi, memiliki arti bahwa kurikulum adalah suatu alat yang dapat memberikan pelayanan yang mampu menghargai dan melayani berbagai macam perbedaan setiap siswa.
Fungsi Persiapan, berarti bahwa kurikulum dapat berfungsi sebagai pendidikan yang mampu mempersiapkan siswa ke jenjang yang selanjutnya serta mampu untuk mempersiapkan dirinya agar dapat hidup di lingkungan masyarakat, ketika ia tidak melanjutkan pendidikannya.
Fungsi Pemilihan, Kurikulum berfungsi untuk untuk menentukan program pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.
Fungsi Diagnostik, berarti bahwa kurikulum merupakan suatu alat pendidikan yang mampu memahami potensi dan kelemahan yang ada dalam diri setiap siswa. Ketika telah mampu memahami potensi serta kelemahannya, maka diharapkan nantinya siswa tersebut dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mau memperbaiki kelemahannya tersebut.
Komponen-Komponen Kurikulum
Kurikulum memiliki empat unsur komponen pembentuk atau penyusun kurikulum sebagai berikut.

1) Komponen Tujuan

Kurikulum merupakan suatu sistem pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan karna berhasil atau tidaknya sistem pembelajaran diukur dari banyaknya tujuan-tujuan yang tercapai. Tujuan pendidikan menurut permendiknas No. 22 Tahun 2007 pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut.

Tujuan pendidikan dasar adalah untuk meletakkan dasar pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta mengikuti untuk pendidikan selanjutnya.
Tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan pada tahap selanjutnya.
Tujuan pendidikan menengah kejurusan yaiut untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan yang selanjutnya sesuai jurusannnya masing-masing.
Tujuan pendidikan institusional yaitu tujuan pendidikan yang dikembangkan di kurikuler dalam setiap mata pelajaran disekolah.
2) Komponen Isi (Bahan pengajaran)

Kurikulum dalam komponen isi adalah suatu yang diberikan kepada anak didik untuk bahan belajar mengajar guna mencapai tujuan. Kurikulum memiliki kriteria yang membantu perencanaan pada kurikulum. Kriteria kurikulum adalah sebagai berikut.

Sesuai dan bermakna bagi perkembangan siswa.
Mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji.
Mencerminkan kenyataan sosial.
Menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
3) Komponen Strategi

Kurikulum sebagai komponen strategi tentunya merujuk pada metode dan pendekatan serta peralatan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Strategi dalam pembelajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam pembelajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan baik umum maupun yang sifatnya khusus. Strategi pelaksanaan adalah bimbingan, pengajaran, penilaian, dan penyeluhan kegiatan sekolah. Tercapainya tujuan, ini diperlukan pelaksanaan yang baik dalam menghantarkan peserta didik ke tujuan tersebut yang merupakan tolak ukur dari program pembelajaran (kurikulum).

4) Komponen Evaluasi

Komponen evaluasi yakni memeriksa suatu kurikulum apakah tujuan kurikulum tersebut telah tercapai dengan baik dalam proses maupun dalam hasil belajar peserta didik yang mempunyai peranan penting dalam menentukan keputusan dari hasil evaluasi untuk dapat digunakan dalam pengembangan model kurikulum sehingga nantinya mampu mengetahui tingkat keberhasilan suatu siswa dalam mencapai tujuannya.

3.Mengapa Kurikulum Diperlukan Dalam Sebuah Proses Pendidikan dan Pembelajaran !
JAWABAN :
Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, ideologi, kebudayaan, maupun kebutuhan negara itu sendiri. Dengan demikian di negara kita tidak sama dengan negara-negara lain. Untuk itu, maka:

  • Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,
  • Kurikulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu,
  • Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

4. Teori-Teori Psikologi Dalam Proses Pendidikan dan Pembelajaran Sangat Penting Diketahui Oleh Seorang Guru,Uraikan Apa Yang Anda Ketahui Tentang Teori-Teori Berikut Ini :

A.) Ilmu Jiwa Daya

B.) Ilmu Jiwa Asosiasi

C.) Ilmu Jiwa Naturalisme Romantik

JAWABAN :

A.) Ahli-ahli jiwa daya mengemukakan suatu teori bahwa jiwa manusia mempunyai daya-daya. Daya-daya ini adalah kekuatan yang tersedia. Manusia hanya memanfaatkan semua daya itu dengan cara melatihnya sehingga ketajamannya dirasakan ketika dipergunakan untuk sesuatu hal. Daya-daya itu misalnya daya mengenal, daya mengingat, daya berpikir, daya fantasi dan sebagainya.

Akibat dari teori ini, maka belajar hanyalah melatih daya ingat. Seseorang harus melakukan dengan cara menghafal kata-kata atau angka, istilah-istilah asing dan sebagainya. Untuk mempertajam daya berpikir seseorang harus melatihnya dengan memecahkan permasalahan dari yang sederhana sampai yang kompleks. Untuk meningkatkan daya fantasi seseorang harus membiasakan diri merenungkan sesuatu, dengan usaha tersebut maka daya-daya itu dapat tumbuh dan berimbang dan tidak lagi bersifat laten (tersembunyi) di dalam diri.

Pengaruh teori ini dalam belajar ilmu pengetahuan yang didapat hanyalah bersifat hafalan-hafalan belaka. Penguasaan bahan yang bersifat hafalan biasanya jauh dari pengertian. Walaupun begitu, teori ini dapat digunakan untuk menghafal rumus, dalil, tahun, kata-kata asing dan sebagainya.

Oleh karena itu, menurut para ahli ilmu jiwa daya, bila ingin berhasil dalam belajar, latihlah semua daya yang ada dalam diri.Asosiasi ialah hubungan antara tanggapan yang satu dengan tanggapan yanglain dan saling merepAsosiasi ialah hubungan antara tanggapan yang satu dengan tanggapan yanglain dan saling mereproduksi. Artinya, apabila yang satu disadari, maka yang lain ikutdisadari pula. Sedang reproduksi atau mereproduksi itu sendiri mempunyai pengertiankemampuan jiwa untuk mengeluarkan kembali tanggapan dalam kesadaran, yang berarti muncul dari tanggapan dari keadaan dibawah kesadaran ke dalam keadaandisadari/sadar.roduksi. Artinya, apabila yang satu disadari, maka yang lain ikutdisadari pula. Sedang reproduksi atau mereproduksi itu sendiri mempunyai pengertiankemampuan jiwa untuk mengeluarkan kembali tanggapan dalam kesadaran, yang berarti muncul dari tanggapan dari keadaan dibawah kesadaran ke dalam keadaandisadari/sadar.
B.) Jiwa asosiasi ialah hubungan antara tanggapan yang satu dengan tanggapan yanglain dan saling mereproduksi. Artinya, apabila yang satu disadari, maka yang lain ikutdisadari pula. Sedang reproduksi atau mereproduksi itu sendiri mempunyai pengertiankemampuan jiwa untuk mengeluarkan kembali tanggapan dalam kesadaran, yang berarti muncul dari tanggapan dari keadaan dibawah kesadaran ke dalam keadaandisadari/sadar.
C.) NATURALISME merupakan teori yang menerima “nature” (alam) sebagai keseluruhan realitas. Istilah “nature” telah dipakai dalam filsafat dengan bermacam-macam arti, mulai dari dunia fisik yang dapat dilihat oleh manusia, sampai kepada sistem total dari fenomena ruang dan waktu. Natura adalah dunia yang diungkapkan kepada kita oleh sains alam. Istilah naturalisme adalah sebaliknya dari istilah supernaturalisme yang mengandung pandangan dualistik terhadap alam dengan adanya kekuatan yang ada (wujud) di atas atau di luar alam ( Harold H. Titus e.al. 1984)

Materialisme adalah suatu istilah yang sempit dari dan merupakan bentuk dari naturalisme yang lebih terbatas. Namun demikian aliran ini pada akhirnya lebih populer daripada induknya, naturalisme, karena pada akhirnya menjadi ideologi utama pada negara-negara sosialis seperti Uni Soviet (kini Rusia) dan Republik Rakyat Cina (RRC). Materialisme umumnya mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada kecuali materi, atau bahwa nature (alam) dan dunia fisik adalah satu.

Materialisme dapat diberikan definisi dengan beberapa cara. Di antaranya, pertama: Materialisme adalah teori yang mengatakan bahwa atom materi yang berada sendiri dan bergerak merupakan unsur-unsur yang membentuk alam, dan bahwa akal dan kesadaran (consiousness) termasuk di dalamnya. Segala proses fisikal merupakan mode materi tersebut dan dapat disederhanakan menjadi unsur-unsur fisik.

5. Buatlah Bagan/Chart Yang Memperlihatkan Khierakhi Tentang Tujuan Pendidikan Dari Tingkat Yang Paling Luas (Nasional) Sampai Tingkat Paling Kecil (Kelas) Dan Berikan Penjelasan Pada Bagan Tersebut !
JAWABAN :


1.     Tujuan Pendidikan Nasional, Membentuk manusia pembangunan sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan sesama manusia dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945.2.  Tujuan Institusional, Tujuan yang hendak dicapai oleh setiap jenjang pendidikan, misalnya tujuan institusional SD, SMP, SMA, dan seterusnya.Semua tujuan berorientasi pada pencapaian tujuan nasional, dan agar setiap tujuan tidak menyimpang maka perlu didahului dengan pengertian pendidikan, dasar pendidikan, dan tujuan pendidikan nasional.3.  Tujuan Kurikuler, Tujuan yang hendak dicapai oleh mata pelajaran tertentu. Berupa pengalaman-pengalaman belajar siswa sesuai mata pelajaran yang diikuti dan harus sesuai dengan tujuan institusional dan tujuan nasional. Misal tujuan pelajaran olahraga dan kesehatan, untuk menjadikan siswa sehat jasmani dan rohani.4.     Tujuan Instruksional, Tujuan yang hendak dicapai pada saat pelajaran berlangsung. Tujuan ini dibedakan atas tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus.Tujuan instruksional umum (TIU) sudah dirumuskan dan merupakan acuan dalam perumusan tujuan instruksional khusus.Tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan penanda terjadinya perubahan tingkah laku pada anak setelah mengikuti pelajaran tertentu.

6. Apa Yang Anda Ketahui Tentang Taksonomi Bloom,Uraikan Dengan Sistematis !
JAWABAN :
Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disoleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hierarkinya.usun

Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:

  • Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
  • Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
  • Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.
    Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.

Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hierarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama.

KURIKULUM & TAKSONOMI BLOOM

KURIKULUM

Adalah Perangkat Mata Pelajaran Dan Program Pendidikan Yang Diberikan Oleh Suatu Lembaga Penyelenggara Pendidikan Yang Berisi Rancangan Pelajaran Yang Akan Diberikan Kepada Peserta Pelajaran Dalam Satun Periode Jenjang Pendidikan.Penyusunan Perangkat Mata Pelajaran Ini Disesuaikan Dengan Keadaan Dan Kemampuan Setiap Jenjang Pendidikan Dalam PenyeleTAKSONOMInggaraan Pendidikan Tersebut Serta Kebutuhan Lapangan Kerja.Lama Waktu Dalam Satu Kurikulum Biasanya Disesuaikan Dengan Maksud Dan Tujuan Dari Sistem Pendidikan Yang Dilaksanakan.Kurikulum Ini Dimaksudkan Untuk Dapat Mengarahkan Pendidikan Menuju Arah Dan Tujuan Yang Di Maksudkan Dalam Kegiatan Pembelajaran Secara Menyeluruh.

TAKSONOMI BLOOM

Singkatnya Taksonomi Adalah Ilmu Yang Mempelajari Tentang Klasifikasi Yang Berdasarkan Data Penelitian Ilmiah Mengenai Hal-Hal Yang Dikelompokan Atau Digolongkan Dalam Sistematis.

Konsep Taksonomi Bloom Ini Dikenalkan Oleh Benjamin S.Bloom,Seorang Psikolog Bidang Pendidikan Bersama Kawan-Kawannya Pada Tahun 1956.Taksonomi Ini Mengklasifikasikan Tujuan Pendidikan Menjadi Tiga Ranah Yaitu Ranah Kognitif,Afektif,dan Psikomotor.

Secara Konvensional Ketiga Ranah Atau Domain Ini Telah Lama Dikenal Dengan Aspek Cipta,Rasa,dan Karsa.Selain Itu Juga Dikenal Dengan Istilah Penalaran,Penghayatan,dan Pengamalan.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai